Langsung ke konten utama

Puisi " Cita "

 Cita

Pernarkah kau berpikir ?

Akan jadi apa dirimu

Jadi apa yang kau mau

Atau jadi apa yang mereka inginkan

Cita Masih ada

Walau terhalang oleh tembok-tembok tinggi itu

Cita masih ada

Akan selalu ada

Seperti mimpi-mimpi

Yang membuai si penjelajah waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi "Bisa Saja"

 Bisa saja aku marah Pada orang yang membuatku terluka Tapi untuk apa? Apakah aku akan menjadi bahagia? Aku yakin sabar ku Akan membawaku Menuju janji Allah Pahala dan surga Allah maha mengetahui  Allah maha penyayang Allah maha Adil Akan aku serahkan semua kepada pengadilan Allah Semoga perasaan terluka ini bisa segera hilang Digantikan dengan kebahagian Bukan kah setelah hujan timbul pelangi Bukan kah manusia hanya bisa berencana Dan semua kembali kepada Allah Apa yang menurutmu baik belum tentu baik untukmu Apa yang menurut Allah baik sudah pasti baik untukmu Maha Mengetahui Allah atas segala mahluk

Cerpen Spesial hari peringatan sumpah pemuda "Pelangi di ujung badai"

Pelangi diujung badai Matahari bersinar terang, burung-burung berkicau ria tepat pada tanggal 28 Oktober 1998, saat itulah Aku lahir tepat pada hari peringatan Sumpah Pemuda oleh karena itu Aku diberi nama Pemuda oleh Bapakku, walaupun aku lahir ditanggal 28 Oktober Aku tidaklah membawa kebahagiaan bagi kedua Orangtuaku, ya Ibuku meninggal pada saat melahirkan ku.  Dan Aku tidak terakhir sempurna seperti kebanyakan anak, Aku cacat fisik sejak lahir, Aku tidaklah memiliki sepasang kaki. Sejak kecil Aku di asuh oleh Kakekku, saat kebanyakan Anak mendapatkan kasih sayang dari kedua Orangtuanya, Aku hanya mendapatkan kasih sayang dari Kakekku, Bapak dari semenjak Aku lahir sudah meninggalkanku, untuk merantau ke Negeri seberang.  Sampai Aku menginjak remajapun tidak pernah ku lihat rimbanya. Hanya sejumlah uang dan surat yang datang setiap bulannya yang dapat membuat Aku yakin bahwa Bapak baik-baik saja. Kakek yang selalu memberikan motivasi kepadaku agar A...

Cerbung " Jejak Luka Part 7"

Hay udah lama gak upload cerita jejak luka, kemarin sibuk soalnya sama sakit sedihh kalau inget, ohh ya sebenernya udah ngetik sampai beres cerita jejak lukanya tapi kayanya lupa gak ke save, yahhh jadi harus ulangi lagiiii.... hem hem hem maaf jika chapter yang ini pendek .. btw selamat baca and happy great day Oh iya aku bawa cast pemeran jejak luka semoga suka salam sayang firaoh-fira Bastian  Justin  Rana Jejak Luka 7 “ Apa sudah ada perubahan?” tanya Bastian yang merupakan sahabat karib Justin. Justin mengelengkan kepalanya lemah menjawab pertanyaan Bastian. Semua saran yang telah di lontarkan oleh Bastian seakan terbuang percuma. “ Apa aku terlalu jahat Bastian?.” Pria bernama Sebastian Indrawan menggeleng pasti.   Dia cukup tahu kisah hidup Justin dengan Rana. Dan itu cukup membuat Bastian prihatin kepada istri sahabatnya Justin. Ia sempat mengira Rana akan pergi meninggalkan Justin dan mencari keb...