Langsung ke konten utama

Monolog " Dear Tuan Tanpa Nama "


Dear Tuan Tanpa Nama

Dear Diary,

Hai sedang apa Kamu?

Maaf sudah lama Aku tak menuliskan surat kepadamu. 

Akhir-akhir ini Aku sedang sibuk, sibuk apa? Kamu pasti penasaran. 

Tapi Kamu jangan marah ya, baiklah Aku dan teman wanitaku membicarakan tentangmu. 


Ya membicarakan tentang kapan Aku bisa bertemu denganmu.

Ngomong-ngomong temanku berkata takut kalau jodohnya ternyata sejak didalam kandungan ternyata tidak sempat dilahirkan. 

Wanita itu, kata-katanya sangat menakutkan. 

Ah.. Aku jadi merinding mengingatnya, sudahlah tidak usah dibahas. 

Aku yakin Kamu pasti dilahirkan oleh seorang bidadari yang dengan setia mengasuh, merawat, serta menjagamu dengan sepenuh hatinya sehingga dapat menjadi sesosok Lelaki yang hebat.

Oh ya, kapan Kamu akan datang kerumahku? 

Ayah dan Ibu sudah membicarakan kapan Kamu akan datang untuk melamarku. 

Jangan takut Ayahku tidak galak, Aku akan meyakinkan Ayah bahwa Kau adalah lelaki yang tepat mengantikannya untuk menjagaku, mengantikan beliau yang dengan setia menjagaku selama ini.

Sudah dulu ya, aku tak ingin terlalu banyak menulis, Kamu pasti bosan mendengar celotehan panjang lebarku. Maaf kan Aku ya?

Sampai jumpa lagi.

Mungkin dilain surat, atau... diperjumpaan yang sesungguhnya.

To : Tuan Tanpa Mana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi "Bisa Saja"

 Bisa saja aku marah Pada orang yang membuatku terluka Tapi untuk apa? Apakah aku akan menjadi bahagia? Aku yakin sabar ku Akan membawaku Menuju janji Allah Pahala dan surga Allah maha mengetahui  Allah maha penyayang Allah maha Adil Akan aku serahkan semua kepada pengadilan Allah Semoga perasaan terluka ini bisa segera hilang Digantikan dengan kebahagian Bukan kah setelah hujan timbul pelangi Bukan kah manusia hanya bisa berencana Dan semua kembali kepada Allah Apa yang menurutmu baik belum tentu baik untukmu Apa yang menurut Allah baik sudah pasti baik untukmu Maha Mengetahui Allah atas segala mahluk

Cerpen Spesial hari peringatan sumpah pemuda "Pelangi di ujung badai"

Pelangi diujung badai Matahari bersinar terang, burung-burung berkicau ria tepat pada tanggal 28 Oktober 1998, saat itulah Aku lahir tepat pada hari peringatan Sumpah Pemuda oleh karena itu Aku diberi nama Pemuda oleh Bapakku, walaupun aku lahir ditanggal 28 Oktober Aku tidaklah membawa kebahagiaan bagi kedua Orangtuaku, ya Ibuku meninggal pada saat melahirkan ku.  Dan Aku tidak terakhir sempurna seperti kebanyakan anak, Aku cacat fisik sejak lahir, Aku tidaklah memiliki sepasang kaki. Sejak kecil Aku di asuh oleh Kakekku, saat kebanyakan Anak mendapatkan kasih sayang dari kedua Orangtuanya, Aku hanya mendapatkan kasih sayang dari Kakekku, Bapak dari semenjak Aku lahir sudah meninggalkanku, untuk merantau ke Negeri seberang.  Sampai Aku menginjak remajapun tidak pernah ku lihat rimbanya. Hanya sejumlah uang dan surat yang datang setiap bulannya yang dapat membuat Aku yakin bahwa Bapak baik-baik saja. Kakek yang selalu memberikan motivasi kepadaku agar A...

Cerbung " Jejak Luka Part 7"

Hay udah lama gak upload cerita jejak luka, kemarin sibuk soalnya sama sakit sedihh kalau inget, ohh ya sebenernya udah ngetik sampai beres cerita jejak lukanya tapi kayanya lupa gak ke save, yahhh jadi harus ulangi lagiiii.... hem hem hem maaf jika chapter yang ini pendek .. btw selamat baca and happy great day Oh iya aku bawa cast pemeran jejak luka semoga suka salam sayang firaoh-fira Bastian  Justin  Rana Jejak Luka 7 “ Apa sudah ada perubahan?” tanya Bastian yang merupakan sahabat karib Justin. Justin mengelengkan kepalanya lemah menjawab pertanyaan Bastian. Semua saran yang telah di lontarkan oleh Bastian seakan terbuang percuma. “ Apa aku terlalu jahat Bastian?.” Pria bernama Sebastian Indrawan menggeleng pasti.   Dia cukup tahu kisah hidup Justin dengan Rana. Dan itu cukup membuat Bastian prihatin kepada istri sahabatnya Justin. Ia sempat mengira Rana akan pergi meninggalkan Justin dan mencari keb...