Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi "Bisa Saja"

 Bisa saja aku marah Pada orang yang membuatku terluka Tapi untuk apa? Apakah aku akan menjadi bahagia? Aku yakin sabar ku Akan membawaku Menuju janji Allah Pahala dan surga Allah maha mengetahui  Allah maha penyayang Allah maha Adil Akan aku serahkan semua kepada pengadilan Allah Semoga perasaan terluka ini bisa segera hilang Digantikan dengan kebahagian Bukan kah setelah hujan timbul pelangi Bukan kah manusia hanya bisa berencana Dan semua kembali kepada Allah Apa yang menurutmu baik belum tentu baik untukmu Apa yang menurut Allah baik sudah pasti baik untukmu Maha Mengetahui Allah atas segala mahluk
Postingan terbaru

Puisi "Mungkin"

 Mungkin.. Aku terlalu lelah Raga tak mampu lagi Topang semua gundah ini Aku ingin bebas.. Bebas melepaskan semua Tapi selalu ada benteng Kapan benteng ini akan hilang Aku tak tahu Mungkin hari ini, besok, atau lusa Aku hanya bisa terdiam Menunggu dalam diam dan doa Dalam harap ..

Puisi "Terhenti"

 Lelah untuk melangkah Tanpa kepastian yang pasti Janji tinggal mengucap Tapi perilaku tak terucap Terserah adalah kata Kata tanpa tanggung jawab Alasan untuk berhenti Tanpa tahu menyakiti Menunggu lama Tapi tak juga  Lebih baik terhenti Berhenti berharap Akan harapan yang semu Dan kata-kata yang palsu

Cerbung " Jejak Luka Part 8 "

Hay welcome back to my blogspot, sorry udah lama banget engga update dan cerita ini jadi terbengkalai padahal sebenernya udah beres nulisnya sampai tamat cuma belum sempet dipublish aja, semoga masih ada yang tunggu cerita ini , and enjoy your read salam sayang firaoh _fira                                                                      Cast :    Rana & Justine                                                                      Soundtrack : Tangga Kesempatan ke 2                                                                            Jejak Luka 8 “ Honey Liat bukankah jam tangan ini sangat pas untukku?” Justin menjulurkan tangannya meminta pendapat Rana   tentang jam tangan yang dipakainya. Rana terdiam . Matanya memandang lekat jam tangan yang dipakai Justin. Pandangannya berubah datar, ia ingat betul jam tangan yang dikenakan Justin suaminya. Ia tahu betul jam tangan itu, karena ia sendiri yang memberikan jam tangan

Puisi " Begitukah Perasaanmu?"

Begitukah perasaanmu? Tapi menurutku itu bukan cinta... Tapi aku tak tahu harus melabelinya dengan lebel apa Tunggu saja, hingga kesadaaranmu kembali. Sampai kewarasanmu menghuni jiwamu lagi. Kamu akan tahu bahwa kita tidak saling jatuh cinta Kamu akan terbangun pada suatu pagi. Lalu kamu tersadar dan menyesal  Dan menghempaskanku jauh.. Jauh sekali... Kita memang dipertemukan pada suatu masa untuk saling membahagiakan, Setelah itu ... Selesai Namun, Jika saat kesadaranmu kembali dan   kewarasanmu datang, Tapi kamu tetap ingin bersamaku saja, Tolong hampirilah aku, Mohonkalah aku dan yakinkanlah aku bahwa selama ini kita tidak salah mengartikan rasa  ini dan memeliharanya.

Puisi "Kamu"

Kamu Aku suka kamu, Tapi aku  nggak mau minta kamu sekarang untuk jadi milikku. Seperti yang kamu bilang, Memilih pasangan berarti memilih masa depanmu akan dirancang seperti apa nanti. Aku mau memberi kamu waktu untuk memilih, Karena kalau kamu udah pilih aku, Aku nggak akan kasih kesempatan kamu untuk mundur. Pilihlah yang menurutmu paling baik, Akupun ingin dipilih bukan karena aku satu-satunya pilihan yang ada di depan kamu. Aku ingin dipilih karena dari semua pilihan yang ada, Kamu merasa aku yang paling baik.

Cerbung " Jejak Luka Part 7"

Hay udah lama gak upload cerita jejak luka, kemarin sibuk soalnya sama sakit sedihh kalau inget, ohh ya sebenernya udah ngetik sampai beres cerita jejak lukanya tapi kayanya lupa gak ke save, yahhh jadi harus ulangi lagiiii.... hem hem hem maaf jika chapter yang ini pendek .. btw selamat baca and happy great day Oh iya aku bawa cast pemeran jejak luka semoga suka salam sayang firaoh-fira Bastian  Justin  Rana Jejak Luka 7 “ Apa sudah ada perubahan?” tanya Bastian yang merupakan sahabat karib Justin. Justin mengelengkan kepalanya lemah menjawab pertanyaan Bastian. Semua saran yang telah di lontarkan oleh Bastian seakan terbuang percuma. “ Apa aku terlalu jahat Bastian?.” Pria bernama Sebastian Indrawan menggeleng pasti.   Dia cukup tahu kisah hidup Justin dengan Rana. Dan itu cukup membuat Bastian prihatin kepada istri sahabatnya Justin. Ia sempat mengira Rana akan pergi meninggalkan Justin dan mencari kebahagiaannya se